Select Menu

sponsor

Select Menu

Favourite

Jawa Timur

Wisata

Culture

Transportasi Tradisional

Rumah Adat

Bali

Pantai

Seni Budaya

Kuliner

» » Menara Pisa Adalah Khas Italia


Uong Jowo 6:15 PM 0

Menara ini mulai dibangun pada tahun 1173 dengan tujuan untuk menempatkan lonceng di atas menara tersebut, tetapi didalam tahap pembangunannya Menara Pisa mengalami kemiringan struktur bangunan sehingga menara tidak berdiri tegak lurus, oleh karena itu Menara ini disebut juga sebagai Menara Miring Pisa (dalam bahasa Italia : Torre pendente di Pisa) atau disebut juga Menara Pisa atau The Tower Of Pisa (dalam bahasa Italia : La Torre di Pisa).
Menara Pisa terletak di Propinsi Tuscany, disebuah kota kecil yaitu Kota Pisa, ± 380 kilometer dari Roma ibukotanya Italia.
Untuk sampai di Menara Pisa, pengunjung harus melewati gerbang Santa Maria yang temboknya bergaya arsitektur abad pertengahan. Setelah melewati gerbang Santa Maria, maka terlihatlah diatas lapangan rumput yang hijau berdiri tiga bangunan yaitu :
Baptistery
Bangunan yang berbentuk setengah bulat dan bergaya Romawi. Baptistery mulai dibangun tahun 1153 dan baru selesai pada akhir abad ke 13.
Gereja Katedral
Gereja ini mulai dibangun tahun 1063 dan bergaya arsitektur Pisa.
Menara Pisa
Adalah obyek wisata ternama di Kota Pisa yang banyak dikunjungi oleh wisatawan dari seluruh belahan dunia. Menara Pisa terletak dibelakang Gereja Katedral.

Detail Struktur Menara Pisa
Menara Pisa berbentuk silinder dan disetiap lantainya dikelilingi oleh tiang-tiang/ kolom.
Dari permukaan tanah, disisi terendah tinggi dari menara adalah 55,86 m, dan dari sisi yang tertinggi 56,70 m. Lebar alas bangunan adalah 4,09 m dan lebar puncaknya adalah 2,48 m. Berat menara ini diperkirakan ± 14.500 ton.
Menara Pisa memiliki 294 anak tangga yang mengelilingi bangunan dan lorong tangga hanya cukup untuk dilewati dua orang saja. Karena struktur bangunan yang miring, maka ketika berada didalam menara, pengunjung akan merasakan sebuah sensasi seolah-olah posisi tubuh ikut miring juga.
Dipuncak menara terdapat menara lonceng yang jumlah loncengnya sebanyak tujuh buah dan masing-masing lonceng mengeluarkan bunyi not sesuai dengan tujuh tangga nada musik.
Rencana awalnya Menara Pisa akan dibangun secara vertikal, tetapi karena kesalahan konstruksi pada struktur pondasinya yang berdiri diatas tanah yang tidak stabil (tanah lembek), maka menara mengalami kemiringan untuk pertama kalinya setelah lantai ketiga dibangun pada tahun 1178.
Bonanno Da Pisa adalah arsitek yang membangun menara, telah melakukan kesalahan saat membangun Menara Pisa, yaitu mendirikan pondasi hanya sedalam ± 3 meter dari permukaan tanah, tidak sebanding dengan tinggi menara yang mencapai tinggi sampai 55 meter lebih, akibatnya tanah disebagian bawah pondasi bergeser turun dan menara mengalami kemiringan, kemudian pembangunan menara dihentikan selama hampir 100 tahun lamanya karena perang dan kemudian dilanjutkan kembali oleh arsitek Giovanni di Simone dan kemudian terhenti lagi saat Pisa ditaklukkan oleh Genoa dalam pertempuran Meloria. Akhirnya arsitek Tommaso di Andrea Pisano berhasil menyelesaikannya di tahun 1372 dengan tiga dari delapan tingkatnya dibangun vertikal untuk mengubah titik gaya gravitasi menara yang telah melenceng kira-kira 5,1 meter dari desain awalnya. Meskipun kemiringan menara sudah dilakukan koreksi, tetapi menara tetap bergerak miring dan setiap tahunnya menara Pisa bertambah miring beberapa milimeter. Usaha-usaha untuk mengurangi proses kemiringan menara terus dilakukan dan berbagai metode dicoba, namun tidak semuanya berhasil.

Kegiatan disekitar Menara Pisa
Selain mengunjungi Menara Pisa, ketika musim panas banyak wisatawan yang berjemur di bawah teriknya sinar matahari.
Terdapat kios-kios cinderamata dipelataran lapangan.

Jalan-Jalan di Kota Pisa
Terdapat toko-toko, restoran, pizzeria (restoran khusus pizza yaitu makanan khas Italia), gelateria (tempat menikmati es krim Italia). Gaya rumah-rumah di Kota Pisa banyak dipengaruhi oleh arsitektur khas Eropa.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply