Select Menu

sponsor

Select Menu

Culture

Transportasi Tradisional

Bali

Pantai

Kuliner

Apa yang membuat rumah wanita ini berbeda dari rumah-rumah kecil Vietnam lainnya adalah desainnya. Sementara sebagian besar rumah kecil di negara tropis dan kepulauan berbentuk seperti kotak, miliknya berbentuk seperti bangunan yang sangat sempit.


Rumah mungil ini terdiri dari dua lantai memiliki lebar 1,3 meter dengan panjang 10 meter. Karena desainnya yang unik, rumah mungil ini memancing berbagai reaksi netizen setelah diposting di media sosial. Namun, setelah melihat ke dalam, rupanya cukup mengejutkan karena interior rumah ini membuatnya terlihat luas.
Museum Balanga dulunya merupakan Gedung Monumen Dewan Nasional (GMDN) yang dibangun pada tahun 1963 dan diresmikan pada tanggal 6 April 1973 oleh Direktur Jenderal Pendidikan dan Kebudayaan GVH Vooger menjadi Museum Negeri Provinsi Kalimantan Tengah “Balanga”, yang kemudian menjadi UPT. Museum Kalimantan Tengah “Balanga” di bawah pembinaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah.

Museum Balanga memiliki tugas sebagai pengembangan yang bersifat pendidikan Suku Dayak di Kalimantan Tengah, antara lain mengumpulkan dan mendokumentasi benda-benda budaya (artefaks) dan sumber daya alam, melakukan pengadaan dan mengkonversikan benda-benda budaya untuk dipamerkan, serta menyajikan benda-benda budaya agar bisa menarik minat masyarakat agar berkunjung ke museum ini, sehingga bisa berfungsi sebagai tempat pendidikan yang bersifat budaya, penelitian dan juga studi wisata.

Museum Negeri Provinsi Kalimantan Tengah "Balanga" dalam rangka pelayanan terhadap pengunjung museum dan masyarakat memiliki beberapa fasilitas antara lain :

- Pendopo

- Ruang Administrasi

- Auditorium dan Ruang Edukator

- Perpustakaan

- Laboratorium

- Ruang Kurator dan Ruang Studi Koleksi

- Ruang Generator

- Ruang Pameran Temporer

- Ruang Pameran Tetap

- Rumah Kepala

- Gerbang Pos Jaga

- Pool Kendaraan


Museum Negeri Provinsi Kalimantan Tengah "Balanga" memiliki koleksi buku-buku berbagai jenis antara lain :

- Karya Umum

- Ilmu-Ilmu Sosial

- Teknologi

- Kesenian dan Olah Raga

- Kesusasteraan


Museum Negeri Provinsi Kalimantan Tengah "Balanga" memiliki koleksi dari berbagai jenis antara lain :

- Ethnografika

- Historika

- Arkeologika

- Numismatika/Heraldika

- Keramologika

- Biologika

- Filologika

- Seni Rupa

- Teknologika
Pastilah banyak dari anda pernah pergi ke pantai, yup pantai memang sebuah tempat yang tempat asik untuk bersenang-senang dan melepaskan segala macam kepenatan. Di pantai, anda bisa berlari-lari sebebas mungkin menyusuri bibir-bibirnya, bercengkrama riang gembira menghabiskan waktu, atau sekedar menikmati angin sepoi sekaligus mendengarkan deburan ombak yang mengulung-gulung sambil merebahkan badan.
      Pantai bukanlah sekedar pantai saja dan pantai di Indonesia ini ternyata mempunyai banyak keunikannya, salah satunya adalah warna pasirnya itu sendiri. Ada Pantai Pink di Pulau Komodo, ada juga ibeberapa pantai di negeri ini mempunyai pantai yang berpasir hitam tidak seperti pantai-pantai lainnya yang biasanya berwarna putih. Nah,  berbagai informasi yang ada berikut ini daftrar pantai-pantai berpasir hitan yang ada di Indonesia:

1.Pantai Jonggring Saloko
Pantai ini terletak di desa Mentaraman, Malang, Jawa Timur. Di sekitaran pantai ini ada dua tempat yang cukup menarik, yaitu "Ngebros" adalah suatu tempat yang terdapat karang yang terdapat lubang besar, yang mana ketika ombak besar menghantamnya akan terjadi semburan air laut yang tinggi ke angkasa. Dan tentu yang kedua adalah pantainya yang berwarna hitam, hamparan pasir sepanjang pantai yang berwarna hitam pekat akan anda jumpai. Berada di genggaman tangan pasirnya pun terasa halus lembut. Anda harus berpikir dua kali untuk bereng di pantai ini karena ombak di pantai ini cukup besar.
sumber foto: www.jolodongasad.blogspot.com
2. Pantai Purwahamba Indah, Tegal
Sama seperti pantai Pantai Jongring Saloka yang mempunyai tesktur pasir yang halus, Pantai Purwahamba Indah ini juga sama memiliki pasir hitam yang halus. Tak percaya?, bukalah alas kaki  dan rasakan sendiri sensasinya. Kontur pantai yang landai juga menambah kenyamanan saat Anda menghabiskan waktu di tepian pantainya.
sumber foto: www.1001malam.com
Anda bisa merebahkan diri di atas pasir sambil menikmati lautan luas di depan mata. Ombaknya pun cukup tenang, sehingga memberikan rasa nyaman. Pantai Purwahamba Indah ini memang menjadi pilihan yang yang tepat untuk beristirahat sekaligus berwisata di Tegal.
Bagaimana cara kesana? untuk menuju ke pantai ini caranya cukup mudah karena letaknya cukup strategis dan berada di jalur Tegal-Pemalang atau jalur pantura (pantai utara). Bagi Anda yang melintasi jalur tersebut, pantai ini persis terletak di pinggir jalan.
Di Tegal ini ada dua pantai yang dapat dikunjungi, yaitu Pantai Alam Indah dan Pantai Purwahamba Indah. Bedanya, pasir hitam di Purwahamba Indah lebih halus dari pasir hitam di Pantai Alam Indah. Bagi Anda pecinta pantai, tempat ini wajib untuk didatangi.
3.Pantai Lembeng, Bali
Bali tak mau kalah dengan dua pantai di atas yang memiliki pantai pasir hitam. Adalah pantai Lembeng yang terletak Desa Lembeng,  Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali yang juga mempunyai pasir yang berwarna hitam. 
sumber foto:citysnapshots.blogspot.com
Pasirnya yang hitam dengan gelombang yang cukup tinggi membuat pikiran anda tenang dari berbagai problematika hidup yang membelit. Keadaannya yang masih asri dan alami membuat privasi Anda benar-benar akan terjaga. Pantai ini sangat penting  apabila dimasukkan dalam daftar lokasi yang mesti dikunjungi di Bali karena disini anda bisa melakukan beberapa kegiatan seperti memancing, bersantai, surfing, berjemur, menikmati sunset.
Ingin kesana? Anda harus mengabiskan waktu kurang lebih 50 menit perjalanan untuk sampai ke Pantai Lembeng dari Bandara Ngurah Rai dan kira-kira 30 menit dari Kota Denpasar bila menggunakan kendaraan bermotor.
4.Pantai Anoe Itam, Aceh
sumber foto:www.mehdia-multimehdia.blogspot.com
Di bawah naungan pohon-pohon dipinggiran bibir pantai, Pantai Anoe Itam siap menawarkan rasa kenyamanan yang tiada taranya. Pantai ini adalah satu-satunya pantai berpasir hitam di Aceh. Dengan bentuknya yang landai pantai seperti ini tidak cocok untuk penikmat selancar (surfer), melainkan cocok bagi yang ingin bersantai-santai saja bersama teman-teman atau keluarga. Tetapi jika anda suka snorkling, layaknya dicoba melakukan aktivitas itu disini. Air lautnya cukup jernih dan karang-karangnya banyak didiami oleh beraneka ragam jenis ikan.
Bagaimana caranya kesana? Pantai Anoe Itam (pasir hitam) ini tidak begitu jauh dari pusat kota Sabang. Dengan melewati jalan yang berkelok-kelok dengan pemandangan perbukitan dan bertanya kepada penduduk sekitar apabila takut tersesat mungkin pilihan yang bijak.
Sebelum sampai ke pantai,  disebelah sisi kanan Anda akan menjumpai salah satu peninggalan sejarah, yaitu (bungker) Jepang. ada baiknya Anda berkunjung ke benteng Jepang ini, karena dari atas benteng sana pemandangan sungguh luar biasa dan termasuk melihat gumpalan pasir hitam disebelah sisi laut. Selain itu, Anda juga bisa menemukan meriam peninggalan Jepang dan berbagai bilik-bilik benteng yang sengaja dibuat pada masa itu.(berbagai sumber)

Facebook memilih gedung perkantoran Capital Place yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. diresmikan pada Senin (14/8/2017), oleh Country Director Facebook Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Melihat Isi Kantor Facebook di Indonesia", https://tekno.kompas.com/read/2017/08/14/19050037/melihat-isi-kantor-facebook-di-indonesia.
Facebook menyewa setengah bagian dari lantai 49 gedung tersebut sebagai markasnya di Jakarta. Kantor tersebut memiliki tiga ruang pertemuan yang masing-masing diberi nama berdasarkan permainan tradisional Indonesia, seperti Balap Karung dan Congklak.

Ruang pertemuan itu diletakkan di pojok, berada dekat dengan aula terbuka dan kantin yang menyediakan makan dan minum untuk karyawan. Di kantin tersebut juga terdapat Facebook Wall yang merupakan salah satu dekorasi khas perusahaan.



Mulai dari adanya dinding bertuliskan 'The Facebook Wall' dan 'What's on your mind?' yang biasa kita jumpai di kolom pembuatan status di Facebook. Beberapa logo Facebook Indonesia pun terpampang di dalam kantor beserta simbol 'Like', 'Love', dan 'Laugh'.
Kota Malang juga memiliki spot wisata yang unik dan terbaru, yaitu Wisata Kampung Warna Warni Jodipan. Kampung yang sangat kompak berwarna warni snagat mencolok dan nampak mempesona. Ini menjadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama yang tertarik untuk mengabadikannya. Tentu Kampung Warna Warni ini menjadi spot yang menarik untuk berselfie. 

Dahulu kampung Jodipan ini dikenal sebagai kampung yang kumuh, namun kini berubah menjadi kampung yang menakjubkan. Banyak wisatawan yang berdatangan untuk berburu foto di sekitar lokasi kampung. Wajar bila Kampung Warna Warni ini menjadi kampung wisata karena memang menjadi obyek yang memanjakan mata. Tidak hanya wisatawan lokal yang hadir, tak sedikit pula wisatawan asing yang tertarik dan mengunjungi lokasi tersebut. 

Supaya lebih menarik, digagas lah jembatan kaca dengan nama Jembatan Kaca Ngalam Indonesia. Jembatan itu dibangun dalam waktu lima bulan Yaitu mulai dari tanggal 8 Mei 2017 hingga tanggal 7 Oktober 2017. Jembatan itu dibangun dengan model jembatan gantung. Berwarna kuning emas dengan panjang 25 meter dan lebar 1,25 meter pada ketinggian 9,5 meter. .

Adalah tembok yang dibuat oleh Zulkarnain dalam surat Al Kahfi ayat 95-98. BEBERAPA PENELITIAN TEMBOK YA’JUJ

Abdullah Yusuf Ali dalam tafsir The Holy Qur’an menulis bahwa di distrik Hissar, Uzbekistan, 240 km di sebelah tenggara Bukhara, ada celah sempit di antara gunung-gunung batu. Letaknya di jalur utama antara Turkestan ke India dengan ordinat 38oN dan 67oE. Tempat itu kini bernama buzghol-khana dalam bahasa Turki, tetapi dulu nama Arabnya adalah bab al hadid. Orang Persia menyebutnya dar-i-ahani. Orang Cina menamakannya tie-men-kuan. Semuanya bermakna pintu gerbang besi.

Hiouen Tsiang, seorang pengembara Cina pernah melewati pintu berlapis besi itu dalam perjalanannya ke India di abad ke-7. Tidak jauh dari sana ada danau yang dinamakan Iskandar Kul. Di tahun 842 Khalifah Bani Abbasiyah, al-Watsiq, mengutus sebuah tim ekspedisi ke gerbang besi tadi. Mereka masih mendapati gerbang di antara gunung selebar 137 m dengan kolom besar di kiri kanan terbuat dari balok-balok besi yang dicor dengan cairan tembaga, tempat bergantung daun pintu raksasa. Persis seperti bunyi surat Al Kahfi. Pada Perang Dunia II, konon Winston Churchill, pemimpin Inggris, mengenali gerbang besi itu.

Apa pun tentang keberadaan dinding penutup tersebut, ia memang terbukti ada sampai sekarang di Azerbaijan dan Armenia. Tepatnya ada di perunungan yang sangat tinggi dan sangat keras. Ia berdiri tegak seolah-olah diapit oleh dua buah tembok yang sangat tinggi. Tempat itu tercantum pada peta-peta Islam mahupun Rusia, terletak di republik Georgia.
Al-Syarif al-Idrisi menegaskan hal itu melalui riwayat penelitian yang dilakukan Sallam, staf peneliti pada masa Khalifah al-Watsiq Billah (Abbasiah). Konon, Al-Watsiq pernah bermimpi tembok penghalang yang dibangun Iskandar Dzul Qarnain untuk memenjarakan Ya’juj-Ma’juj terbuka.

Mimpi itu mendorong Khalifah untuk mengetahui perihal tembok itu saat itu, juga lokasi pastinya. Al-Watsiq menginstruksikan kepada Sallam untuk mencari tahu tentang tembok itu. Saat itu sallam ditemani 50 orang. Penelitian tersebut memakan biaya besar. Tersebut dalam Nuzhat al-Musytaq, buku geografi, karya al-Idrisi, Al-Watsiq mengeluarkan biaya 5000 dinar untuk penelitian ini.

Rombongan Sallam berangkat ke Armenia. Di situ ia menemui Ishaq bin Ismail, penguasa Armenia. Dari Armenia ia berangkat lagi ke arah utara ke daerah-daerah Rusia. Ia membawa surat dari Ishaq ke penguasa Sarir, lalu ke Raja Lan, lalu ke penguasa Faylan (nama-nama daerah ini tidak dikenal sekarang). Penguasa Faylan mengutus lima penunjuk jalan untuk membantu Sallam sampai ke pegunungan Ya’juj-Ma’juj.

27 hari Sallam mengarungi puing-puing daerah Basjarat. Ia kemudian tiba di sebuah daerah luas bertanah hitam berbau tidak enak. Selama 10 hari, Sallam melewati daerah yang menyesakkan itu. Ia kemudian tiba di wilayah berantakan, tak berpenghuni. Penunjuk jalan mengatakan kepada Sallam bahwa daerah itu adalah daerah yang dihancurkan oleh Ya’juj-Ma’juj tempo dulu. Selama 6 hari, berjalan menuju daerah benteng. Daerah itu berpenghuni dan berada di balik gunung tempat Ya’juj-Ma’juj berada.
Sallam kemudian pergi menuju pegunungan Ya’juj-Ma’juj. Di situ ia melihat pegunungan yang terpisah lembah. Luas lembah sekitar 150 meter. Lembah ini ditutup tembok berpintu besi sekitar 50 meter.

Dalam Nuzhat al-Musytaq, gambaran Sallam tentang tembok dan pintu besi itu disebutkan dengan sangat detail (Anda yang ingin tahu bentuk detailnya, silakan baca: Muzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq, karya al-Syarif al-Idrisi, hal. 934 -938).

Al-Idrisi juga menceritakan bahwa menurut cerita Sallam penduduk di sekitar pegunungan biasanya memukul kunci pintu besi 3 kali dalam sehari. Setelah itu mereka menempelkan telinganya ke pintu untuk mendengarkan reaksi dari dalam pintu. Ternyata, mereka mendengar gema teriakan dari dalam. Hal itu menunjukkan bahwa di dalam pintu betul-betul ada makhluk jenis manusia yang konon Ya’juj-Ma’juj itu.

Ya’juj-Ma’juj sendiri, menurut penuturan al-Syarif al-Idrisi dalam Nuzhat al-Musytaq, adalah dua suku keturunan Sam bin Nuh. Mereka sering mengganggu, menyerbu, membunuh, suku-suku lain. Mereka pembuat onar, dan sering menghancurkan suatu daerah. Masyarakat mengadukan kelakuan suku Ya’juj dan Ma’juj kepada Iskandar Dzul Qarnain, Raja Macedonia. Iskandar kemudian menggiring (mengusir) mereka ke sebuah pegunungan, lalu menutupnya dengan tembok dan pintu besi.

Menjelang Kiamat nanti, pintu itu akan jebol. Mereka keluar dan membuat onar dunia, sampai turunnya Nabi Isa al-Masih.

Dalam Nuzhat al-Musytaq, al-Syarif al-Idrisi juga menuturkan bahwa Sallam pernah bertanya kepada penduduk sekitar pegunungan, apakah ada yang pernah melihat Ya’juj-Ma’juj. Mereka mengaku pernah melihat gerombolan orang di atas tembok penutup. Lalu angin badai bertiup melemparkan mereka. Penduduk di situ melihat tubuh mereka sangat kecil. Setelah itu, Sallam pulang melalui Taraz (Kazakhtan), kemudian Samarkand (Uzbekistan), lalu kota Ray (Iran), dan kembali ke istana al-Watsiq di Surra Man Ra’a, Iraq. Ia kemudian menceritakan dengan detail hasil penelitiannya kepada Khalifah.
Kalau menurut penuturan Ibnu Bathuthah dalam kitab Rahlat Ibn Bathuthah pegunungan Ya’juj-Ma’juj berada sekitar perjalanan 6 hari dari Cina. Penuturan ini tidak bertentangan dengan al-Syarif al-Idrisi. Soalnya di sebelah Barat Laut Cina adalah daerah-daerah Rusia.

Referensi:
Az-Zuhaily, Tafsir Al-Munir.
Dr. Thaha Ad-Dasuqy, ‘Aqidatuna Wa Shilatuha Bil Kaun Wal Insan Wal Hayat, Darul Huda, Kairo, 1995.


Syekh Sya’ban ‘Abdulhadi Abu Rabah, Islamiyat, Haqaiq Fi Dzilli Tauhid Al-Ara Al-Islamiyah, Muassasah Al-‘Arabiyah Al-Haditsiyah, Kairo, 1991.


Keindahan dan pesona Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa juga dikenal dengan danau yang berada pada lereng gunung yang bernama Ranu Kumbolo dimana Ranu sendiri bermakna danau.

Keindahan tempat wisata Ranu Kumbolo yang masuk pada kabupaten Lumajang ini memang tidak perlu diragukan lagi walaupun kabupaten Lumajang sendiri memiliki berbagai ranu-ranu atau danau-danau lainnya yang juga indah dan eksotis, tetapi karena pesona dan ketenaran gunung Semeru membuat banyak wisatawan lokal maupun mancanegara melewati Ranu Kumbolo ketika hendak ke puncak Gunung Semeru maupun menjadikan Ranu Kumbolo sebagai objek wisata mereka.

Berikut beberapa hal yang berkaitan dengan Ranu Kumbolo di Gunung Semeru yang perlu anda ketahui :


1. Lokasi pantai, Keindahan surga alam ini berada pada ketinggian ketinggian 2.400 mdpl dan berlokasi wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan luas lahan sekitar 10 Ha.
2. Di Ranu Kumbolo, para wisatawan dapat menikmati keindahan barisan dan gugusan bukit-bukit yang mengelilingi Ranu dan para wisatawan akan disuguhi pemandangan yang indah ketika sunrise.
3. Bagi wisatawan di Ranu Kumbolo agar jangan mandi di area danau sebab dilarang, tidak membuang sampah sembarangan, tidak buang air besar dan kecil pada mata air sebab merupakan sumber air bagi banyak warga sekitar, serta tidak membuang sembarangan segala hal yang berkaitan dengan bahan kimia. Bagi para wisatawan yang gemar memancing, dibolehkan untuk memancing serta untuk mengambil air untuk memasak bagi wisatawan yang berkemah pada lokasi ini.
4. Pada Ranu Kombolo terdapat sebuah mitos bernama Tanjakan Cinta yang telah melegenda, dan menarik rasa penasaran para wisatawan untuk mencobanya.
5. Bagi wisatawan yang ingin ke Ranu Kumbolo, cuman perlu merogoh kocek sebesar Rp 5.000 saja untuk parkir.
6. Untuk dapat ke Ranu Kumblo, para wisatawan harus menempuh perjalan berjalan kaki sekitar 5 jam melalui hutan belantara dari desa terdekat yakni Desa Ranu Pane di Senduro.

.