Flora Fauna
Transportasi Tradisional
Bali
Pantai
Kuliner
Indonesia Barat
Pulau Belitung memang terkenal dengan objek wisata pantainya yang indah dan eksotis, salah satunya pantai Tanjung Kelayang. Pantai ini berada di kecamatan sijuk yang berjarak 27 km dari Kota Tanjungpandan sekitar 20 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Tanjung Kelayang memiliki pesisir sepanjang kurang lebih 1,5 Km dengan lebar pantai ± 7 m pada saat pasang tertinggi dan ± 10 m pada saat pasang terendah. Pantai ini memiliki luas sekitar 60 Hektar. Selain menikmati keindahan pantai yang mempesona, Anda juga bisa bermain kayak dan snorkeling di pantai ini. Tak hanya itu, di Pantai Tanjung Kelayang juga terdapat Kelayang Beach Cottage dan Kelayang Resto.
Di pantai Tanjung Kelayang pernah di adakan event akbar di tahun 2011 yang lalu,yaitu Sail Wakatobi Belitong 2011.Waktu itu,setiap hari pantai tanjung kelayang belitung selalu di padati oleh wisatawan,baik lokal maupun luar. Pantai Tanjung Kelayang terkenal dengan pantai pasir putihnya yang landai membentang begitu indah. Di pantai ini juga kita bisa melihat pulau-pulau kecil dengan hiasan batu granit. Dengan nuansa pantai yang cukup menakjubkan, pastinya membuat wisatawan betah berlama-lama disana.
Pasir Pantai yang putih dan dipadukan dengan jejeran batu granit dengan bentuk yang unik menjadi suatu kebanggaan dan ciri khas pantai ini. Ada salah satu batu granit yang menarik tampak dari pantai tanjung kelayang, yaitu batu yang berbentuk kodok, tapi ada juga orang yang mengatakan patung kepala burung garuda. Air laut nya pun cukup bersih,jernih dan ombak nya pun cukup tenang,sehingga sangat memungkinkan sekali bagi wisatawan untuk melakukan kegiatan renang atau sekedar bermain-main di tepi pantai.

Diantara begitu banyak pantai eksotis di pulau bangka, salah satu yang sepertinya luput dari pandangan pemerintah adalah pantai Romodong. Lokasinya berada di daerah Belinyu, Bangka utara, sekitar 77 km dari Sungailiat. Panjang keseluruhan pantai mencapai 4 km. Lautnya landai, berpasir putih dan halus. Airnya bening bak kristal, Kejutan terasa saat mendekati jalan masuk ke pantai.
Pasir putih menghampar di sepanjang pantai ini, riak ombak yang tenang membuat Pantai Romodong ini mempunyai daya tarik tersendiri. Mandi air laut di pantai ini sangat menyenangkan karena Anda tidak perlu khawatir akan gelombang ataupun palung. Pasir yang menghampar di pantai romodong begitu landai dan tidak menukik, sehingga sangat asyik jika untuk bermain-main dan mandi di pantai ini.

Gerbang untuk memasuki ke Pantai Romodong ini pun sangat unik, yaitu melewati celah antara 2 buah batu besar seperti pada gambar di samping. Orang biasa menyebutnya "Batu Belah Tangkup". Namun sayangnya pantai Romodong ini bagai keindahan yang terlupakan oleh pemerintah setempat, padahal ini sangat indah dan menarik jika bisa di kelola dengan baik.
Padahal dari pantai ini kita bisa melihat sunset di sore hari jika cuaca mendukung. Di pantai ini pun sangat asyik untuk bersantai, rekreasi bersama keluarga, dan bagi penikmat panorama alam serta bagi yang hoby memancing.
Dulunya ada beberapa villa dan restoran di Pantai ini, namun sekarang tinggal puing-puing bangunannya yang tersisa. Tidak diketahui mengapa villa dan restoran ini tidak di jalankan lagi. Yang pasti ini merupakan bukti bahwa kurangnya tanggapan pemerintah terhadap potensi yang dimiliki oleh Pantai Romodong ini.
Jika Anda penasaran dengan pantai yang satu ini, Anda bisa datang sendiri dan membuktikannya. Masih banyak lagi yang bisa Anda temukan di pantai yang satu ini. Sisi lain dari pantai ini juga sangat menarik, selain itu potensi ikan di daerah pantai ini juga cukup menjanjikan jika Anda ingin berkemah sambil mencari ikan sebagai lauk makan.
Secara admistratif Pantai Pulau Celagen berada di Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia, mungkin sebegaian besar dari anda masih asing dengan pantai eksotis yang satu ini. Nuansa alam yang masih belum tersentuh dengan air lautnya yang berwarna biru jernih dan hamparan pasir putihnya menjadikan Pantai pulau celagen begitu eksotisme tersendiri dimata para pengunjung yang melepas kepenatan disana. Di Pantai Pulau Celagen sendiri dipenuhi pohon kelapa yang cukup rimbun.
Sama dengan pantai Batu Tambun di pulau pongok yang mempunyai batu-batu karang yang besar-besar tersebar di pantai Pulau Celangen juga mempunyai batu-batu karang tetapi batu-batu karangnya tidak sebanyak dan sebesar di Pantai tersebut. Pantai Pulau celagen sendiri hanya berjarak sekitar setengah kilometer dai Pulau pongok. Semoga saja ke depannya pemerintah setempat mau turun tangan untuk memanfaatkan potensi salah satu kepingan dari keindahan Propinsi Kepulauan Bangka belitung yang satu ini.

Pantai Gunung Namak memiliki jejeran bebatuan granit besar dengan gagah menghias pantai yang sudah menjadi ciri khas tersendiri bagi pantai-pantai yang ada di bangka belitung. Dari kota Toboali, Pantai Gunung Namak ditempuh dengan jarak sekitar 18 km. Pantai ini terletak di kecamatan Toboali , Kabupaten Bangka Selatan, dapat ditempuh Selama 1 jam perjalanan dengan Kendaraan roda dua ataupun roda empat.
Berdiri dari atas bebatuan besar sambil berfoto ria, memandang hamparan pasir putih dipadu panorama laut lepas menjadi pesona tersendiri Pantai Gunung Namak. pantai ini memiliki air yang jernih kebiru – biruan dan pasir yang putih. banyak sekali berbtuan yang ada disana dengan keunikan garnit masing-masing seakan-akan seperti di ukir dan di tata dengan begitu indah nya. pasir yang lembut sangat cocok untuk bermain menghabiskan waktu akhir pekan bersama keluarga.

Jika saat ombak kencang tidak di anjurkan anak-anak bermain sendirian bahkan mandi tampa diawsi orang tua. Pantai Gunung Namak banyak dikunjungi masyarakat dihari libur serta sering juga digunakan untuk memancing serta juga sangat cocok bagi anda yang gemar berkemah untuk mendirikan tenda menikmati bermalam di pantai tersebut yang masih asri jauh dari hiruk pikuk keramaian manusia karna disana tidak ada rumah penduduk sehingga kita akan merasakan sejenak ketenangan dan kesunyian di temani deburan ombak dan bulan yang bersinar. Untuk menuju ke pantai Gunung Namak cukup sulit, dikarenakan masih banyak yang belum mengtahui tempat tersbut dan juga inpra struktur jalan yang masih sangat kurang. Namun karena hal ini, pantai ini bisa dikatakan masih asri, belum tercemar oleh limbah atau sampah dari wisatawan yang kurang bertanggung jawab.
Eksotisme alam Bangka Belitung memang sudah tak terbantahkan, Hampir seluruh rangakaian pulaunya memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, salah satunya adalah Pantai Tanjung Labu yang terletak di Pulau Lepar. Pulau ini memiliki luas sekitar 20ribu Ha, dan merupakan yang terluas dibandingkan pulau-pulau kecil di Kep. Bangka Belitung. Di Pulau Lepar terdapat tiga desa, yaitu Desa Penutuk, Desa Tanjung Sangkar, dan Desa Tanjung Labu. Tanjung Masing-masing desa memiliki pemandangan yang indah. Namun, tentu saja yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan adalah Desa Tanjung Labu.

Pantai Tanjung labu masih sangat terjaga kondisi alamnya, mempunyai pasir yang putih dan halus, seperti tepung, serta air laut yang berwarna biru dan sangat jernih berserta pemandangan tebaran batu-batu granit yang besar menambah daya tarik Pantai Tanjung labu ini. Tidak hanya itu, Keindahan bawah lautnya patut anda cantumkan ke dalam list perjalanan anda yang mempunyai hobby diving. Ikan-ikan kecil yang bersembunyi di antara terumbu karang terlihat sangat lucu. Jika beruntung, Anda bisa melihat penyu yang terdampar di pantai ini. Penyu tersebut memang sering terdampar atau terperangkap di jebakan nelayan. Namun, baik nelayan maupun penduduk setempat selalu melepaskan kembali hewan tersebut demi kelangsungan hidupnya. Hal seperti inilah yang membuat keindahan alam di sekitar Pantai Tanjung Labu tetap lestari.

Jika anda tertarik untuk mebuktikan keindahan alam Pantai Tanjung Labu, anda bisa datang melalui kota Toboali, 130 Km dari kota Pangkalpinang ke arah selatan. Dari kota "Belacan Toboali", perjalanan sepanjang 36 Km lagi dari pelabuhan Sadai. Dari dermaga, tampak sebuah pulau yaitu Pulau Lepar, dermaga pendaratan tujuan terdekat adalah Desa Penutuk. Untuk menyeberang ke Desa Penutuk, dapat menggunakan boat penumpang dengan biaya Rp.5000,- per orang atau menyewa speed boat tradisional dengan biaya Rp.70.000,- untuk 4 orang. Waktu tempuh adalah 15 menit. Untuk pulang-pergi dengan biaya speed boat seharga Rp. 600.000,-.

Pantai Tanjung labu masih sangat terjaga kondisi alamnya, mempunyai pasir yang putih dan halus, seperti tepung, serta air laut yang berwarna biru dan sangat jernih berserta pemandangan tebaran batu-batu granit yang besar menambah daya tarik Pantai Tanjung labu ini. Tidak hanya itu, Keindahan bawah lautnya patut anda cantumkan ke dalam list perjalanan anda yang mempunyai hobby diving. Ikan-ikan kecil yang bersembunyi di antara terumbu karang terlihat sangat lucu. Jika beruntung, Anda bisa melihat penyu yang terdampar di pantai ini. Penyu tersebut memang sering terdampar atau terperangkap di jebakan nelayan. Namun, baik nelayan maupun penduduk setempat selalu melepaskan kembali hewan tersebut demi kelangsungan hidupnya. Hal seperti inilah yang membuat keindahan alam di sekitar Pantai Tanjung Labu tetap lestari.

Jika anda tertarik untuk mebuktikan keindahan alam Pantai Tanjung Labu, anda bisa datang melalui kota Toboali, 130 Km dari kota Pangkalpinang ke arah selatan. Dari kota "Belacan Toboali", perjalanan sepanjang 36 Km lagi dari pelabuhan Sadai. Dari dermaga, tampak sebuah pulau yaitu Pulau Lepar, dermaga pendaratan tujuan terdekat adalah Desa Penutuk. Untuk menyeberang ke Desa Penutuk, dapat menggunakan boat penumpang dengan biaya Rp.5000,- per orang atau menyewa speed boat tradisional dengan biaya Rp.70.000,- untuk 4 orang. Waktu tempuh adalah 15 menit. Untuk pulang-pergi dengan biaya speed boat seharga Rp. 600.000,-.
Pulau Lengkuas terletak di utara Desa Tanjung Binga. Atau di sebelah utara Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Luas totalnya kurang dari satu hektar. Di seputar pulau Lengkuas ada banyak pula batu-batu granit yang bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki melintasi laut yang dangkal dengan kedalaman kurang dari 1.2m. Struktur batu-batu granitnya juga unik dan berbeda dengan tempat-tempat lain dengan kombinasi pantai yang berpasir putih dan pepohonan. Air lautnya benar-benar jernih, anda bisa dengan jelas melihat ke dasar laut termasuk ikan-ikan yang berenang didalamnya.
Pulau Lengkuas adalah pulau kecil yang memiliki mercusuar setinggi 62 meter yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1882. Walaupun sudah sangat tua, mercusuar 12 tingkat ini masih tegak berdiri. Setiap pengunjung bisa dengan bebas naik menuju puncak mercusuar. Di setiap lantai mercusuar terdapat jendela yang menghadap ke berbagai arah sehingga wisatawan dapat melihat pemandangan yang indah dari berbagai sudut. Di bagian dalam terlihat bukti usia bangunan tersebut sebenarnya melalui tangga yang keropos dan berkarat. Mungkin karena usia mercusuar, suasana di dalam mercusuar agak menyeramkan.Namun Ketika tiba di ruangan paling tinggi di mercusuar, perasaan seram hilang seketika. Dari puncak terlihat pemandangan kawasan sekitar pulau lengkuas yang luar biasa indah. Air yang biru jernih, tumpukan batu granit keputih-putihan, serta pulau-pulau kecil yang dari kejauhan terlihat berwarna hijau adalah paduan pemandangan yang memanjakan mata.
Selain dikenal karena keberadaan mercusuarnya, tak jauh dari Pulau Lengkuas juga terdapat spot snorkelling dengan pemandangan alam bawah laut yang indah. dengan keindahan yang dimilikinya, Pulau Lengkuas telah menghipnotis wisatawan Nusantara maupun mancanegara, khususnya para fotografer. Tak heran lagi jika pada hari Minggu atau libur nasional, pulau kecil ini dipenuhi para pengunjung. Daya pikat utama wisatawan untuk berlibur di Pulau lengkuas antara lain keindahan panorama alam pantai yang dipagari batu granit dan pasir putih telah menjadikan pulau tersebut sensual di mata wisatawan.
Untuk mencapai Pulau Lengkuas wisatawan dapat menyewa boat dari Pantai Tanjung Kelayang atau dari Desa Nelayan Tanjung Binga. Wisatawan dapat menyewa perahu dari Tanjung Binga, Tanjung Kelayang, maupun dari Tanjung Tinggi. Biaya sewa pun relatif murah, Rp 350.000-Rp 450.000. Wisatawan, baik sendiri maupun rombongan, akan diantar menuju sensasi keindahan Pulau Lengkuas. Waktu tempuh dengan perahu dari Pulau Belitung ke Lengkuas sekitar 40 menit. Dalam perjalanan menuju pulau kecil tersebut, Anda dapat menyaksikan keindahan Belitung serta pulau-pulau kecil di kejauhan. Tidak jauh dari Pulau Lengkuas, terdapat sebuah pulau lain yang lebih kecil, yaitu Pulau Burung. Pulau ini dinamai demikian karena ada sebuah batu granit raksasa yang berbentuk seperti kepala burung. Biasanya, pulau ini menjadi perhentian berikutnya setelah puas menikmati Lengkuas.
Sempu adalah nama sebuah pulau yang terletak di malang bagian selatan tepatnya berada di selatan Kecamatan Sumbermanjing Wetan, kurang lebih 30 km dari kota malang.
Pulau Sempu tidak berpenduduk dan hanya terdiri dari hutan berbukit yang sebagian besar adalah hutan mangrove. Saat ini, Pulau Sempu merupakan kawasan cagar alam yang dilindungi oleh pemerintah.
Di Pulau Sempu terdapat lebih dari 80 jenis burung yang dilindungi dan juga masih terdapat hewan-hewan lainnya seperti; babi hutan, kancil, juga lutung jawa dan jika beruntung bisa menemui jejak–jejak macan tutul di pulau ini.
Objek wisata alam Pulau Sempu memang tidak sebeken obyek lainnya di Jawa Timur seperti Gunung Bromo. Akan tetapi, keistimewaannya sangat unik dan jelas berbeda dari objek-objek wisata lainnya di sana. Keunikan berwisata di pulau Sempu ini adalah jika air sedang surut kita bisa menyebrang dari Pualu Jawa menuju Pulau Sempu. Pengunjung umumnya menyeberang pergi dan pulang pada pagi dan sore hari, karena penyebrangan hanya bisa dilakukan pada waktu-waktu tersebut dan bahkan tidak boleh lebih dari pukul 16.00 sore.
Di Pulau Sempu terdapat telaga yang disebut Segara Anakan. Dimana air yang terdapat di telaga ini berasal dari air deburan ombak yang menghantam karang. Sebagian air itu mengalir masuk ke Segara Anakan melalui karang yang berlubang besar di tengahnya. Meskipun memiliki kedalamannya sekitar 5 meter, Telaga Sagara Anakan aman untuk kegiatan snorkling ataupun hanya sekedar berenang karena sudah terbebas dari ombak laut lepas samudra hindia. Snorkling di Segara Anakan memberikan nuansa tersendiri karena terumbu karangnya masih alami dan belum tersentuh tangan-tangan jahil manusia. Di Pulau Sempu anda akan mendarat di bagian utara pulau sedangkan Segara Anakan berada di sebelah selatan dari pulau. Terdapat jalan setapak berikut petunjuk jalannya, anda akan berjalan melewati hutan menaiki perbukitan selama 3 sampai 4 jam (disarankan anda memilih jalan yang bersih dan selalu berbelok ke kiri setiap ada persimpangan). Setelah sampai Segara Anakan sebaiknya anda langsung mencari kayu bakar sebagai api unggun sebelum gelap dan membuat tenda sebagai peneduh.
Disamping itu, anda juga bisa memanjat karang yang mengitari Segara Anakan untuk melihat pemandangan, dari atas karang anda bisa melihat deburan ombak laut lepas yang mengikis terbing-tebing raksasa, sangat indah memang.
Selain Segara Anakan, di Pulau Sempu masih terdapat sebuah telaga lagi yang di namai Telaga Lele karena didalamnya banyak dihuni ikan jenis ini dan dilindungi. Selain itu, pengunjung juga bisa bersantai dengan bermain voli pantai di pinggir pantai pulau ini. Bagi yang suka berpetualang dengan suasana alam yang asli, jauh dari kebisingan kehidupan modern, Pulau Sempu bisa memberikan solusi, hanya memang jangan mengharapkan ada hotel berbintang, selain tempat tidur yang dibawa sendiri.
Jika anda ingin bermalam di pulau Sempu, anda bisa menginap di penginapan–penginapan milik masyarakat di sepanjang jalan menuju Pantai Sendangbiru. Atau bisa juga dengan membuka tenda di Pulau ini, namun anda harus meminta izin terlebih dahulu di pos penjagaan di Sendangbiru yang terletak tepat di seberang Pulau Sempu. Hal ini dilakukan demi menjaga kelestarian habitat dan lingkungan sekitar objek wisata Cagar Alam Pulau Sempu. [ref:pariwisata.net, explore-indo.com, ma6ma.wordpress.com, apvalentine.students.uii.ac.id]
AIR TERJUN MADAKARIPURA - Terletak di kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, sekitar 5 km dari lintas jalan raya Bromo. Kawasan wisata Gunung Bromo ternyata menyimpan satu lokasi wisata yang unik dan menawan. Lokasinya tidak jauh dari lautan pasir Bromo, hanya sekitar 45 menit ke arah Probolinggo (ke Utara). Namanya adalah air terjun Madakaripura. Menurut penduduk setempat nama ini diambil dari cerita pada jaman dahulu, konon Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di air tejun ini. Cerita ini didukung dengan adanya arca Gajah Mada di tempat parkir area air terjun tersebut.
Jalanan desa yang berkelok-kelok menjadi santapan perjalanan ke Air Terjun Madakaripura. Oh iya, persiapkan kondiso kendaraan anda, angin ban, juga bensin. Sebab sepanjang trek tak akan kita temui bengkel, Tambal ban atau Pom bensin. Hutan-hutan disekitar sini masih tergolong lebat, warna hijau seakan mendominasi. Bahkan, masih terlihat sisi – sisa bekas penebangan hutan secara liar oleh warga sekitar untuk dibuka menjadi lahan baru. Sangat disayangkan.
Setelah perjalanan, Sebuah gerbang retribusi akan menyambut anda. Dari sini, jarak ke parkiran Air Terjun Madakaripura masih sekitar 300 meter. Saat tiba di lokasi air terjun Madakaripura kita akan bertemu dengan warung kecil, pos penjaga dan toilet (bisa ganti baju), disitu terdapat pula penyewaan payung bila kita tidak ingin terlalu basah kuyup. Air terjun ini berawal dari air yang mengalir dari tebing memanjang dan membentuk tirai, sehingga kita bisa berpayung ria berjalan di bawahnya.
Air Terjun Madakaripura ini dikelilingi oleh tebing-tebing terjal yang membentuk ruangan dan berdiameter sekitar 25 meter. Berdiri di dalam ruangan alam ini kita akan merasa seolah berada di dasar sebuah tabung, dimana terdapat air terjun dengan ketinggian sekitar 100 meter, dengan limpahan air yang jatuh dengan derasnya dari atas dan berubah menjadi selembut kapas ke kolam berwarna kehijauan. Air yang jatuh di kolam ini menimbulkan bunyi yang berirama, terkadang bunyi yang ditimbulkannya lebih keras dikarenakan air yang jatuh lebih deras.
Keunikan dan kesejukan air terjun Madakaripura ini membuat kita betah berlama-lama memandanginya. Tebing-tebing disekitar air terjun terdapat beberapa goa, mirip dengan lokasi film-film silat dan memang cocok untuk daerah pertapaan. Hanya terdengar suara air dan jauh dari kebisingan dan polusi kendaraan kota.
Untuk anda penggemar fotografi, lokasi Air Terjun Madakaripura bisa menjadi obyek yang tidak habis-habisnya, mulai dari pintu masuk kedatangan hingga suasana air terjun yang seolah dalam tabung. Beberapa orang di Probolinggo baik di hotel maupun di travel agent yang kami tanyai mengenai air terjun ini mengaku belum pernah berkunjung kesana. Hal ini mungkin disebabkan karena bentuk air terjun ini yang bila terjadi longsor atau banjir, maka kita yang berada di dasar tabung tersebut akan terperangkap. Sehingga berada di 'tabung' ini perasaan kita akan bercampur aduk antara kagum pada keindahan alam ini dan was-was. Melihat kondisi seperti ini jika diperkirakan akan terjadi longsor atau banjir, kawasan objek wisata Madakaripura ini akan ditutup untuk pengunjung.
Kawah Kamojang adalah kawasan cagar alam dan wisata di ketinggian sekitar 1.730 meter di atas permukaan laut di punggung Gunung Guntur. Di sini dapat ditemukan fumarol, kawah lumpur, danau panas, dan asap yang muncul dari rekahan tanah. Ia digolongkan sebagai gunung tipe strato dan terakhir meletus di zaman Plistosen.
Kawasan wisata Kamojang terletak hanya sekitar 40 kilometer di selatan Kota Bandung. Dari Kota Bandung, jalur yang bisa ditempuh adalah melalui Rancaekek, kemudian ke Kecamatan Majalaya. Dari Kecamatan Majalaya inilah Anda bisa bertanya mana jalan yang menuju Kamojang. Karena jalan di sekitar pusat kecamatan ini memang cukup ruwet, sebaiknya Anda bertanya setelah berada tak jauh dari alun-alun Majalaya.
Selain melalui Majalaya, Kawasan Kamojang juga dapat ditempuh dari arah Kota Garut. Jalan melalui Majalaya medannya cukup berat karena terus menanjak, dan mendekati Kamojang, jalannya berbelok-belok tajam sambil terus menanjak. Kendaraan bertenaga kuda kecil (1.000-1.300 cc) dengan jumlah penumpang banyak sebaiknya tak melewati jalur ini karena beberapa kali terjadi kendaraan yang merosot mundur karena tak kuat menanjak.
Jika melalui Garut, untuk melihat keunikan kawah kamojang, jalan yang harus ditempuh lebih landai sehingga relatif bisa dilalui kendaraan kelas apa pun. Jarak dari Kota Garut ke Kamojang sekitar 25 kilometer.
Luas Taman Wisata Cagar Alam Kamojang sekitar 10 hektar, tetapi saat ini yang digunakan seluas 7,8 hektar. Di sini terdapat 23 kawah, dua di antaranya berbentuk danau dengan asap yang mengepul dari permukaan airnya.
Masuk ke kawasan Kamojang tidak mahal, cukup dengan membayar Rp 5.000,- per orang. Berbeda dengan kawah seperti pada, Kawah Kamojang sangat berbeda. Kawah di sini sebetulnya adalah goa-goa tempat semburan uap panas dari perut bumi. Dari kejauhan, nampak semburan uap itu seperti ada yang sedang membakar sesuatu. Pengalaman berjalan di antara semburan uap panas bumi itulah yang akan Anda temui di Kamojang. Mendebarkan, menegangkan, sekaligus mengkhawatirkan, karena bisa saja tiba-tiba perut Bumi di bawah kita bergolak lebih giat sehingga memuntahkan isinya lebih banyak di permukaan.
Pada awal memasuki kawasan kawah kamojang, pemandangan yang tak biasa akan anda temui yaitu banyak pipa-pipa besar yang berujung pada beberapa bangunan. Mereka adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dikelola oleh PT. Pertamina dan PT. Indonesia Power; dan disinilah untuk pertama kalinya, energi panas bumi dimanfaatkan (seperti yang diusulkan warga kebangsaan Belanda, JB Van Dijk pada tahun 1918) secara komersial (1983).
Jika menyusuri kawah kamojang lebih dalam lagi, maka anda menemui beberapa kawah lain misalnya kawah manuk, kawah kereta. Nama yang diberikan memiliki makna sendiri seperti kawah manuk yang dikarenakan beberapa lubang tersebut menghasilkan bunyi yang menyerupai suara burung manuk atau kawah kereta karena bunyinya seperti kereta (lebih mirip suara pesawat jet).
Kawah kereta adalah kawah yang paling menarik perhatian karena uap gas yang kerluar memiliki tekanan yang sangat luar biasa (2.5 bar). Disini anda akan bertemu dengan juru kunci yang bernama Koko. Pertama, ia meletakan botol aqua diatasnya lalu blung terpental seperti bola golf yang dipukul dengan keras-keras. Selanjutnya rokok (yang masih menyala) diletakan di atas lubang kawah tersebut. Hal menakutkan terlintas dalam pikiran yaitu meledak karena yang dimainkan adalah api, tapi yang terjadi adalah sumber gas seperti berpindah ke puntung rokoknya. Rasa tidak percaya dengan berjuta pertanyaan. Aksinya belum berakhir, Koko mengambil sebuah batang pohon kemudian mengarahkan arah gas tersebut. Ingin mencoba tapi tiada keberanian karena segalanya masih tak masuk logika.
Melanjutkan perjalanan dengan pendakian, kemudian melihat bebatuan yang disusun seperti kayu untuk api unggun. Disinilah, tempat untuk mandi sauna dengan kondisi alam terbuka yang disebut dengan kawah hujan. Koko sang juru kunci berkata mandi sauna di tempat ini dapat membantu menyembuhkan penyakit seperti stroke,jantung, influensa, kulit, rematik dan tekanan darah tinggi. Ketika melihat-lihat bebatuan tersebut, tiba-tiba uap keluar semakin besar (± 120 derajat celcius), kencang dan panas.
Jika ingin menikmati malam di tengah rimbunnya hutan sekitar kawah Kamojang, di sana hanya tersedia satu cottage berkamar satu, bertarif Rp 150.000 per malam. Namun, di sini Anda harus memasak makanan sendiri karena tak ada tempat makan yang buka pada malam hari. Kelompok-kelompok petualang muda bisa berkemah di Taman Wisata Kamojang.
Selain kawah-kawahnya yang mengagumkan, di sekitar Kamojang juga banyak satwa langka yang bisa dijumpai kalau Anda beruntung. Di cagar alam ini, berdasarkan hasil penelitian, masih ada macan tutul, trenggiling, surili, lutung, ayam hutan, monyet, dan beraneka jenis burung. Jadi, bawalah teropong jika Anda ingin melihat satwa itu lebih dekat.
Kawah Kamojang:

Kawah Kamojang:

Kawah Kamojang:

Kawah Kamojang:

Kawah Kamojang:
Kawasan wisata Kamojang terletak hanya sekitar 40 kilometer di selatan Kota Bandung. Dari Kota Bandung, jalur yang bisa ditempuh adalah melalui Rancaekek, kemudian ke Kecamatan Majalaya. Dari Kecamatan Majalaya inilah Anda bisa bertanya mana jalan yang menuju Kamojang. Karena jalan di sekitar pusat kecamatan ini memang cukup ruwet, sebaiknya Anda bertanya setelah berada tak jauh dari alun-alun Majalaya.
Selain melalui Majalaya, Kawasan Kamojang juga dapat ditempuh dari arah Kota Garut. Jalan melalui Majalaya medannya cukup berat karena terus menanjak, dan mendekati Kamojang, jalannya berbelok-belok tajam sambil terus menanjak. Kendaraan bertenaga kuda kecil (1.000-1.300 cc) dengan jumlah penumpang banyak sebaiknya tak melewati jalur ini karena beberapa kali terjadi kendaraan yang merosot mundur karena tak kuat menanjak.
Jika melalui Garut, untuk melihat keunikan kawah kamojang, jalan yang harus ditempuh lebih landai sehingga relatif bisa dilalui kendaraan kelas apa pun. Jarak dari Kota Garut ke Kamojang sekitar 25 kilometer.
Luas Taman Wisata Cagar Alam Kamojang sekitar 10 hektar, tetapi saat ini yang digunakan seluas 7,8 hektar. Di sini terdapat 23 kawah, dua di antaranya berbentuk danau dengan asap yang mengepul dari permukaan airnya.
Masuk ke kawasan Kamojang tidak mahal, cukup dengan membayar Rp 5.000,- per orang. Berbeda dengan kawah seperti pada, Kawah Kamojang sangat berbeda. Kawah di sini sebetulnya adalah goa-goa tempat semburan uap panas dari perut bumi. Dari kejauhan, nampak semburan uap itu seperti ada yang sedang membakar sesuatu. Pengalaman berjalan di antara semburan uap panas bumi itulah yang akan Anda temui di Kamojang. Mendebarkan, menegangkan, sekaligus mengkhawatirkan, karena bisa saja tiba-tiba perut Bumi di bawah kita bergolak lebih giat sehingga memuntahkan isinya lebih banyak di permukaan.
Pada awal memasuki kawasan kawah kamojang, pemandangan yang tak biasa akan anda temui yaitu banyak pipa-pipa besar yang berujung pada beberapa bangunan. Mereka adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dikelola oleh PT. Pertamina dan PT. Indonesia Power; dan disinilah untuk pertama kalinya, energi panas bumi dimanfaatkan (seperti yang diusulkan warga kebangsaan Belanda, JB Van Dijk pada tahun 1918) secara komersial (1983).
Jika menyusuri kawah kamojang lebih dalam lagi, maka anda menemui beberapa kawah lain misalnya kawah manuk, kawah kereta. Nama yang diberikan memiliki makna sendiri seperti kawah manuk yang dikarenakan beberapa lubang tersebut menghasilkan bunyi yang menyerupai suara burung manuk atau kawah kereta karena bunyinya seperti kereta (lebih mirip suara pesawat jet).
Kawah kereta adalah kawah yang paling menarik perhatian karena uap gas yang kerluar memiliki tekanan yang sangat luar biasa (2.5 bar). Disini anda akan bertemu dengan juru kunci yang bernama Koko. Pertama, ia meletakan botol aqua diatasnya lalu blung terpental seperti bola golf yang dipukul dengan keras-keras. Selanjutnya rokok (yang masih menyala) diletakan di atas lubang kawah tersebut. Hal menakutkan terlintas dalam pikiran yaitu meledak karena yang dimainkan adalah api, tapi yang terjadi adalah sumber gas seperti berpindah ke puntung rokoknya. Rasa tidak percaya dengan berjuta pertanyaan. Aksinya belum berakhir, Koko mengambil sebuah batang pohon kemudian mengarahkan arah gas tersebut. Ingin mencoba tapi tiada keberanian karena segalanya masih tak masuk logika.
Melanjutkan perjalanan dengan pendakian, kemudian melihat bebatuan yang disusun seperti kayu untuk api unggun. Disinilah, tempat untuk mandi sauna dengan kondisi alam terbuka yang disebut dengan kawah hujan. Koko sang juru kunci berkata mandi sauna di tempat ini dapat membantu menyembuhkan penyakit seperti stroke,jantung, influensa, kulit, rematik dan tekanan darah tinggi. Ketika melihat-lihat bebatuan tersebut, tiba-tiba uap keluar semakin besar (± 120 derajat celcius), kencang dan panas.
Jika ingin menikmati malam di tengah rimbunnya hutan sekitar kawah Kamojang, di sana hanya tersedia satu cottage berkamar satu, bertarif Rp 150.000 per malam. Namun, di sini Anda harus memasak makanan sendiri karena tak ada tempat makan yang buka pada malam hari. Kelompok-kelompok petualang muda bisa berkemah di Taman Wisata Kamojang.
Selain kawah-kawahnya yang mengagumkan, di sekitar Kamojang juga banyak satwa langka yang bisa dijumpai kalau Anda beruntung. Di cagar alam ini, berdasarkan hasil penelitian, masih ada macan tutul, trenggiling, surili, lutung, ayam hutan, monyet, dan beraneka jenis burung. Jadi, bawalah teropong jika Anda ingin melihat satwa itu lebih dekat.
Kawah Kamojang:
Kawah Kamojang:

Kawah Kamojang:
Kawah Kamojang:

Kawah Kamojang:

Taman Wisata Alam (TWA) Laut Pulau Weh ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 928/Kpts/Um/12/1982 tanggal 27 Desember 1982 seluas 2.600 Ha.
Di Taman Wisata Alam (TWA) Laut Pulau Weh kita bisa menikmati kegiatan seperti menyelam, memancing, selancar dan wisata bawah air sambil melihat terumbu karang yang indah. disini terdapat berbagai macam jenis ikan karang seperti Parrot Fish, Tropet Fish, Dunsel Fish, dan Angel Fish.
Pulau Weh adalah pulau vulkanik kecil yang terletak di barat laut pulau Sumatra. Pulau ini awalnya terhubung dengan pulau Sumatra dan kemudian terpisah oleh laut setelah meletusnya gunung berapi terakhir kali pada zaman Pleistosen. Pulau ini terletak di Laut Andaman. Kota terbesar di pulau Weh, yaitu Kota Sabang, adalah kota yang terletak paling barat di Indonesia.
Pulau Weh terkenal dengan ekosistemnya. Pemerintah Indonesia telah menetapkan wilayah sejauh 60 km² dari tepi pulau baik kedalam maupun keluar sebagai suaka alam. Hiu mulut besar dapat ditemukan di pantai pulau ini. Selain itu, pulau ini merupakan satu-satunya habitat katak yang statusnya terancam. Terumbu karang di sekitar pulau diketahui sebagai habitat berbagai spesies ikan.

Di samping pemandangan alamnya yang indah serta kekayaan sumber daya alamnya yang beragam, di dalam kawasan Taman Wisata Alam Pulau Weh terdapat Tugu Kilometer Nol yang terletak di penghujung Pulau Weh, juga terdapat peninggalan perang dunia ke II yaitu berupa gua-gua alam bekas pertahanan tentara Jepang tersusun, serta Pulau Weh juga merupakan pulau legenda di mana di dalam buku-buku tua disebut sebagai "Golden Island".
Bagi snorkling berpengalaman, Octopus dan Stingrays dapat dilihat di TWA Pulau Weh. Berjemur sinar matahari di pantai dengan pasir yang halus dan putih dapat dilakukan pada pantai yang berseberangan. Tempat ini merupakan surganya turis penggemar snorkel dan selam.Terumbu karang hanya berjarak sekitar 5 meter dari tepi pantai berpasir.
Kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan di TWA Laut Pulau Weh adalah kegiatan wisata tirta seperti berselancar, naik sampan, berenang, memancing, serta menyelam untuk menikmati alam bawah air dengan keanekaragaman terumbu karang serta ikan-ikan karangnya yang indah.
Di Taman Wisata Alam (TWA) Laut Pulau Weh, Sabang terdapat terumbu karang, baik karang yang keras maupun karang yang lunak dengan berbagai jenis, bentuk dan warna, yang kesemuanya membentuk gugusan karang yang menarik untuk dinikmati, antara lain karang dengan nama daerahnya karang lupas, karang rusa, karang kerupuk.
Selain terumbu karang, Taman Wisata Alam (TWA) Laut Pulau Weh, Sabang dapat ditemui jenis-jenis ikan karang seperti Angel fish, Tropet fish, Dunsel fish, Sergeon fish, Grope fish, Parrot fish dan lain-lain. Ikan-ikan ini berada di sekitar TWA Laut Pulau Weh dan sebagian merupakan endemik di daerah ini. Selain itu juga banyak ditemukan jenis-jenis ikan ekonomis seperti Tuna, Kakap, Kerapu, Bayan, Pisang-pisangan dan lain-lain.
Beberapa fasilitas yang dapat mendukung kegiatan wisata di Taman Wisata Alam (TWA) Laut Pulau Weh, antara lain : pondok-pondok penginapan di sekitar Iboih yang dibangun oleh masyarakat, shelter, MCK, masjid, kios cendera mata dan hotel yang terdapat di Gapang. Selain itu terdapat berbagai fasilitas yang berada di Pulau Rubiah yang dibangun oleh Dinas Pariwisata Dati I D.I. Aceh antara lain : pusat kegiatan menyelam yang dilengkapi dengan fasilitasnya (perahu motor, peralatan selam), mushola, shelter, MCK, rumah jaga, menara pengintai, jalan setapak, taman dan instalasi listrik.

Taman Wisata Alam Laut Pulau Weh dapat dicapai melalui rute :
1. Banda Aceh – Pelabuhan Krueng Raya Malahayati sejauh 32
km dengan perjalanan darat dapat ditempuh dalam waktu 45
menit.
2. Pelabuhan Krueng Raya Malahayati – Pelabuhan Balohan,
Pulau Weh dengan kapal penyeberangan/ferry yang berangkat
satu kali setiap hari pada jam 09.00 WIB dan menempuh waktu
2 jam.
3. Pelabuhan Balohan – lokasi TWA Pulau Weh dengan
perjalanan darat yang dapat ditempuh 1 jam.
Untuk informasi bisa menghubungi :
Balai KSDA Nangroe Aceh Darusalam
Jl. CuT. Nyak Dhien Km 12 Kotak Pos 29
Banda Aceh 23114
Telp./Fax. [0651] 41943, 41943
Other keyword: pulau we, pulau sabang, Daerah Istimewa Aceh, Nangroe Aceh Darussalam, darusalam, NAD, TWA, Taman Bawah Laut, Diving, Snorkling, Terumbu Karang, Sabang sampai Merauke, Indonesia Raya, Taman Wisata Alam (TWA) Laut Pulau Weh.

Coban Rondo located in mountainside of Kawi, Pendasari Village, Pujon District, Malang Sub-province. About 0,5 hour journey from malang city. Don’t difficult to go to coban rondo waterfall, because there are have a road indicator to this wondeful Waterfall. Waterfall with height of this 84 metre seen to amaze by pouring so much water.

Around Coban Rondo Waterfall is also provided location for the camping and outbond facility. In edge of street, there are also many merchants offering food, beverage, or unique souvenir. Something else which also draw is the existence of monkeys which emerge to ask or look for food from visitors. Its funnys mannerism, drawing attention many children.

With mean temperature about 21 Celcius, You'D enjoy ruthless of atmosphere. So that many visitor which like to relax below grove or sit a moment above available stone bench or sit above available stone bench. Arrive moment at front Coban Rondo waterfall, felt direct cool and fresh atmosphere.



Subscribe to:
Posts (Atom)
Labels
Aceh
Air Terjun
Bali
Banten
Culture
East Java
Feature
Flora Fauna
Indonesia Barat
Indonesia Tengah
Indonesia Timur
Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Kalimantan
Kaltim
Kawah
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
Kuliner
Lampung
Maluku
NTB
Nusa Tenggara
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Pantai
Pelabuhan
Pulau Kecil
Riau
rumah adat
seni budaya
Sulawesi Barat
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Taman
Tarakan
Tempat Wisata
Transportasi Tradisional
Wisata
Wisata Gunung
Wisata Pantai
wisata pulau
Yogyakarta
About Me
- Uong Jowo
- Uong Jowo was Born In Surabaya, March 1971. I'm A Blogger Templates Designer and a Converter Wp Themes to Blogger Template.





Recent Comment