Select Menu

sponsor

Select Menu

Flora Fauna

Transportasi Tradisional

Bali

Pantai

Kuliner

Monumen Jalesveva Jayamahe (MONJAYA) ini berada di pangkalan Armada Timur Ujung, Surabaya. Jalesveva Jayamahe memiliki arti “di laut kita jaya”.

Monumen ini memiliki tinggi 30,6 meter, sedang dibawahnya ada bangunan museum berbentuk bundar memiliki ketinggian 29 meter terdiri dari 4 lantai.

Monumen ini dibangun atas perintah dari Laksamana TNI, Muhammad Arifin ditahun 1990-an, dirancang oleh Drs. Nyoman Nuarta. Diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 5 Desember 1996, bertepatan dengan Hari Armada tiap 5 Desember.



Keberadaan monumen ini sebagai pengingat bahwa dahulu kala sejak masa Kerajaan Sriwijaya hingga Majapahit, Indonesia cukup berjaya pada bidang kemaritiman.

Bagi pengunjung yang ingin masuk lokasi, wajib menghadap ke kantor Dispen Koarmatim untuk mendapatkan pemandu wisata ke lokasi Koarmatim serta wajib berpakaian rapi dan bersepatu. Jam kunjungan dibuka pada Senin-Jumat mulai pukul 07.30-15.00 WIB.










Kota Kediri adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak 130 km sebelah barat daya  Surabaya dan merupakan kota terbesar ketiga di Jawa Timur setelah Surabaya dan Malang.

Kediri dikenal merupakan pusat perdagangan utama untuk gula dan pabrik rokok Gudang Garam terbesar di Indonesia.

Wilayah Kota Kediri terbelah menjadi 2 bagian oleh sungai Brantas, yaitu sebelah timur dan barat sungai. Wilayah dataran rendah terletak di bagian timur sungai, meliputi Kecamatan Kediri dan Kecamatan Pesantren, sedangkan dataran tinggi terletak pada bagian barat sungai yaitu Kecamatan Mojoroto yang mana di bagian barat sungai ini merupakan lahan kurang subur yang sebagian masuk kawasan lereng Gunung Klotok (472 m) dan Gunung Maskumambang (300 m).

Kabarnya kota Surabaya berkembang begitu pesat. Dan setelah lihat foto Surabaya dari Deskgram @asliSurabaya, benar juga. Banyak yang berubah mulai dari jalan, bangunan gedung bertingkat, mall, bandara hingga tempat wisata. Satu lagi Jembatan Suramadu.

Kota Malang juga memiliki spot wisata yang unik dan terbaru, yaitu Wisata Kampung Warna Warni Jodipan. Kampung yang sangat kompak berwarna warni snagat mencolok dan nampak mempesona. Ini menjadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama yang tertarik untuk mengabadikannya. Tentu Kampung Warna Warni ini menjadi spot yang menarik untuk berselfie. 

Dahulu kampung Jodipan ini dikenal sebagai kampung yang kumuh, namun kini berubah menjadi kampung yang menakjubkan. Banyak wisatawan yang berdatangan untuk berburu foto di sekitar lokasi kampung. Wajar bila Kampung Warna Warni ini menjadi kampung wisata karena memang menjadi obyek yang memanjakan mata. Tidak hanya wisatawan lokal yang hadir, tak sedikit pula wisatawan asing yang tertarik dan mengunjungi lokasi tersebut. 

Supaya lebih menarik, digagas lah jembatan kaca dengan nama Jembatan Kaca Ngalam Indonesia. Jembatan itu dibangun dalam waktu lima bulan Yaitu mulai dari tanggal 8 Mei 2017 hingga tanggal 7 Oktober 2017. Jembatan itu dibangun dengan model jembatan gantung. Berwarna kuning emas dengan panjang 25 meter dan lebar 1,25 meter pada ketinggian 9,5 meter. .

Keindahan dan pesona Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa juga dikenal dengan danau yang berada pada lereng gunung yang bernama Ranu Kumbolo dimana Ranu sendiri bermakna danau.

Keindahan tempat wisata Ranu Kumbolo yang masuk pada kabupaten Lumajang ini memang tidak perlu diragukan lagi walaupun kabupaten Lumajang sendiri memiliki berbagai ranu-ranu atau danau-danau lainnya yang juga indah dan eksotis, tetapi karena pesona dan ketenaran gunung Semeru membuat banyak wisatawan lokal maupun mancanegara melewati Ranu Kumbolo ketika hendak ke puncak Gunung Semeru maupun menjadikan Ranu Kumbolo sebagai objek wisata mereka.

Berikut beberapa hal yang berkaitan dengan Ranu Kumbolo di Gunung Semeru yang perlu anda ketahui :


1. Lokasi pantai, Keindahan surga alam ini berada pada ketinggian ketinggian 2.400 mdpl dan berlokasi wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan luas lahan sekitar 10 Ha.
2. Di Ranu Kumbolo, para wisatawan dapat menikmati keindahan barisan dan gugusan bukit-bukit yang mengelilingi Ranu dan para wisatawan akan disuguhi pemandangan yang indah ketika sunrise.
3. Bagi wisatawan di Ranu Kumbolo agar jangan mandi di area danau sebab dilarang, tidak membuang sampah sembarangan, tidak buang air besar dan kecil pada mata air sebab merupakan sumber air bagi banyak warga sekitar, serta tidak membuang sembarangan segala hal yang berkaitan dengan bahan kimia. Bagi para wisatawan yang gemar memancing, dibolehkan untuk memancing serta untuk mengambil air untuk memasak bagi wisatawan yang berkemah pada lokasi ini.
4. Pada Ranu Kombolo terdapat sebuah mitos bernama Tanjakan Cinta yang telah melegenda, dan menarik rasa penasaran para wisatawan untuk mencobanya.
5. Bagi wisatawan yang ingin ke Ranu Kumbolo, cuman perlu merogoh kocek sebesar Rp 5.000 saja untuk parkir.
6. Untuk dapat ke Ranu Kumblo, para wisatawan harus menempuh perjalan berjalan kaki sekitar 5 jam melalui hutan belantara dari desa terdekat yakni Desa Ranu Pane di Senduro.

Jawa Timur merupakan provinsi yang pontensi wisatanya begitu menakjubkan bukan hanya terkenal di domestik melaikan sudah terkenal di mancanegara, taman nasional bromo tengger semeru adalah salah satu objek wisata yang sudah terkenal di dunia dengan keajaiban alamnya yang begitu menakjubkan, Jawa Timur siap menyambut para wisatawan yang datang dengan fasilitas yang telah di sediakan untuk menunjang pariwisatanya.

 Jatim Park Batu Malang



Jatim Park2 Batu Malang Wahana Liburan - Wisata Batu Malang, Dalam balutan udara pegunungan yang sejuk pada ketinggian kurang lebih 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), kota Batu populer memiliki banyak objek wisata. Dengan suhu udara rata-rata 15-19 derajat celsius serta memiliki pemandangan indah yang dikelilingi oleh Gunung Arjuna, serta banyak pegununga sekitar, beberapa objek wisata Batu malang yang banyak dikunjungi terutama selama musim liburan antara lain Jatim Park 1, Club Bunga, dan Wahana Malam Batu Night Spectacular (BNS).

Jatim Park 2 yang berlokasi dekat dengan Jatim Park 1 serta BNS, tepatnya di Jl Oro-Oro Ombo No 9 Kota Batu, dibuat sebagai wahana wisata untuk family. Objek Wisata yang berada kurang lebih 20 km barat Kota Malang itu, saat menjadi salah satu ikon wisata Jawa Timur. Jatim Park 2 mempunyai 36 wahana, di antaranya kolam renang raksasa dengan background patung Ken Dedes, Ken Arok, dan Mpu Gandring, spinning coaster, dan drop zone.

Tempatnya yang begitu luas di antara tanah 14 hektare, Jatim Park2 termasuk tempat wisata yang cukup lengkap. tempat yang dibagi dalam tiga area, yaitu Batu Secret Zoo, Museum Satwa, serta Tree Hotel, Jatim Park 2 tak hnaya sebagai tempat berlibur tapi juga wahana study sesuai moto yang diusungnya Pembelajaran Satwa dan Rekreasi.

TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Ketika Pagi Hari Di Pegunungan Bromo


Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah taman nasional di Jawa Timur, Indonesia, yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo. Taman ini ditetapkan sejak tahun 1982 dengan luas wilayahnya sekitar 50.276,3 ha


Taman nasional ini adalah salah satu tujuan wisata utama di Jawa Timur. Dengan adanya penerbangan langsung Malang-Jakarta dan Malang-Denpasar diharapkan jumlah kunjungan wisatawan asing maupun domestik akan semakin meningkat. Selain Gunung Bromo yang merupakan daya tarik utama, Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki. Meski demikian untuk sampai ke puncak Semeru tidaklah semudah mendaki Gunung Bromo dan para pendaki diharuskan mendapat izin dari kantor pengelola taman nasional yang berada di Malang.
Ranu Kumbolo

Ranu Regolo
Penggemar hiking disarankan untuk mengambil rute dari Malang karena bisa menikmati keindahan lautan pasir lebih panjang. Start point dapat dimulai dari Ngadas yang merupakan desa terakhir yang berada di dalam kawasan taman nasional serta tempat untuk melengkapi perbekalan terutama persediaan air karena setelah ini tidak akan dijumpai sumber air.
Flora
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki tipe ekosistem sub-montana, montana dan sub-alphin dengan pohon-pohon yang besar dan berusia ratusan tahun antara lain cemara gunung, jamuju, edelweis, berbagai jenis anggrek dan rumput langka.
Fauna
Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di taman nasional ini antara lain luwak (Paradoxurus hermaphroditus), rusa (Rusa timorensis ), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), kijang (Muntiacus muntjak), ayam hutan merah (Gallus gallus), macan tutul (Panthera pardus melas), ajag (Cuon alpinus javanicus); dan berbagai jenis burung seperti alap-alap burung (Accipiter virgatus), rangkong (Buceros rhinoceros silvestris), elang ular bido (Spilornis cheela bido), srigunting hitam (Dicrurus macrocercus), elang bondol (Haliastur indus), dan belibis yang hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.

GUNUNG BROMO

Gunung Bromo
Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.
Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
Bagi penduduk Bromo, suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

GUNUNG SEMERU

Gunung Semeru
Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.
Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.
Posisi gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT.
Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.
Gunung ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 Hektar. Terdapat beberapa gunung di dalam Kaldera Gn.Tengger antara lain; Gn.Bromo (2.392m) Gn. Batok (2.470m) Gn.Kursi (2,581m) Gn.Watangan (2.662m) Gn.Widodaren (2.650m). Terdapat empat buah danau (ranu): Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Ranu Darungan.
Flora yang berada di wilayah Gunung Semeru beraneka ragam jenisnya tetapi banyak didominir oleh pohon cemara, akasia, pinus, dan jenis Jamuju. Sedangkan untuk tumbuhan bawah didominir oleh Kirinyuh, alang-alang, tembelekan, harendong dan Edelwiss putih, Edelwiss yang banyak terdapat di lereng-lereng menuju puncak Semeru. Dan juga ditemukan beberapa jenis anggrek endemik yang hidup di sekitar Semeru Selatan.
Banyak fauna yang menghuni gunung Semeru antara lain : macan kumbang, budeng, luwak, kijang, kancil, dll. Sedangkan di Ranu Kumbolo terdapat belibis yang masih hidup liar.

AIR TERJUN MADAKARIPURA

Air Terjun Madakaripura
Air terjun Madakaripura adalah suatu air terjun yang terletak di Kecamatan Lumbang, Probolinggo. Air terjun ini adalah salah satu air terjun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun Madakaripura berbentuk ceruk yang dikelilingi bukit-bukit yang meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan, 3 di antaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi.
Air terjun ini diberi nama dari Madakaripura, tanah perdikan milik mahapatih Gajah Mada dari kerajaan Majapahit

PANTAI BALEKAMBANG

Pantai Balekambang
Pantai Balekambang adalah sebuah pantai di pesisir selatan provinsi Jawa Timur yang terletak di Kabupaten Malang, kurang lebih 30 kilometer sebelah selatan kota kepanjen, atau 45 kilometer sebelah selatan Kota Malang. Balekambang merupakan salah satu objek wisata pantai di kabupaten malang yang sudah memiliki akses jalan, selain pantai Ngliyep dan pantai sekaligus kampung nelayan sendang biru. Balekambang mempunyai garis pantai sepanjang hampir 2 kilometer, dan terdiri dari pasir yang berwarna putih dan coklat terang.
Seperti halnya pantai pesisir selatan pulau jawa, balekambang memiliki arus laut yang deras serta ombak yg cukup besar, kurangnya fasilitas umum, termasuk akses jalan yang beraspal namun rusak di beberapa tempat, tidak adanya aliran listrik dan air bersih, membuat pantai ini tidak begitu mendapat banyak kunjungan secara rutin.
Pura di Pantai Balekambang
Balekambang mendapatkan kunjungan cukup banyak disaat liburan sekolah serta perayaan atau hari besar agama hindu, karena disini terletak sebuah pura yang terletak di sebuah pulau batu kecil, sekitar 100 meter dari bibir pantai

PULAU SEMPU

Keindahan Pulau Sempu
Pulau Sempu mrupakan cagar alam yang dilingdungi oleh Pemerintah, Pulau ini terletak di wilayah Kabupaten Malang, pesona pulau ini sangat indah, dengan panorama laut yang mempesona dan berpasir putih, airnya berwaina biru bening sehingga pemandangan bawah laut bisa dilihat dengan mata telanjang, ditambah lagi dengan pemadangan alam yang masih asri dan berbukit bukit.
Air Laut Yang Jernih di Pulau Sempu 
Untuk mencapai lokasi pulau ini, dari Kota Malang menuju Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang tepatnya diWana Wisata Pantai Sendang Biru, sekitar 70 km, dan harus menyeberang menggunakan perahu motor sewa dengan tarip Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) PP rombongan maksimal 10 orang, Pulau yang tak berpenduduk ini dihuni oleh .satwa antara lain, burung elang, burung rangkok badak, elang laut dan berbagai jenis burung lainnya, terdapat pula binatang kijang, babi hutan, ular dll.
Risqi Nor Cahyo pengunjung asal Surabaya, "mengatakan Pulau Sempu merupakan cagar alam yang masih perawan yang memiliki panorama indah dengan laut berpasir putih dan bukit-bukit serta hutannya yang masih alami, tahun depan saya dan rombongan akan datang ke pulau ini lagi. "
Sebelum menuju Pulau ini, pengunjung diwajibkan lapor di pos penjaga dan mentaati peraturan yang melarang pengunjung merusak cagar alam, membuang sampah sembarangan juga disarankan untuk berhati-hati dijalan dikhawatirkan bisa tersesat  karna jalan yang berkelot-kelot dan bercabang-cabang.

PATUNG MONUMEN JALESVEVA JAYAMAHE (MONJAYA)

Patung Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya)
Patung Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya) adalah , menggambarkan seorang Perwira menengah TNI Angkatan Laut,  lengkap dengan pakaian militer dan atribut kebesaran ,  nampak gagah berani menatap dengan mata tajam ke arah laut luas,  penuh tanggung jawab , dan siap menjaga kedaulatan laut di wilayah NKRI.
Patung ini juga dapat digunakan sebagai  Mercusuar bagi kapal – kapal dagang, kapal penumpang yang lalu lalang melintas disekitarnya , dan menggambarkan Tetenger yaitu tongkat estafet dari generasi baru ke generasi berikutnya.






SURGA PENYU DI PANTAI NGAGELAN

Pantai Ngagelan
Pelepasan Tukik di Pantai Ngagelan
Hujan mulai turun di sepanjang Alas Purwo, ketika kami memasuki kawasan pantai Ngagelan. Di rumah yang disediakan oleh pengelola Taman Nasional Alas Purwo, tampak wisatawan dari Jerman asik mengamati poster WWF Indonesia bertuliskan ”Selamatkan Penyu”. Gubuk kayu ini bukanlah penginapan, melainkan pusat informasi dan penangkaran Penyu.
Ngagelan terletak 7 km ke arah barat dari pantai Trianggulasi. Warga sekitar alas Purwo lebih suka menyebutnya Pantai Marengan. Jarak tempuh dari pos Rowo bendu sekitar 30 menit, jalan yang ditempuh cukup eksotis, karena disebelah kanan dan kiri terdapat pepohonan tinggi yang subur.
Topografi wilayahnya tidak jauh berbeda dengan pantai lain yang membentang sepanjang bibir pantai selatan alas purwo. Menariknya adalah, pada bulan Mei dan Juni, pantai ini kerap dikunjungi oleh penyu-penyu dari Samudra Hindia (laut selatan) yang ingin menetas. Seolah tanpa dikomando, ratusan penyu ini mendarat di bibir pantai dan menetaskan telurnya.
Hamparan pasir yang bersih dengan kombinasi hutan mangrove dan hutan tropis membuat penyu-penyu ini merasa nyaman untuk menetaskan telurnya. Paidi, petugas penangkaran penyu mengatakan, pada bulan April, Mei dan Juni, ketika angin pasat dari timur membawa udara hangat ke pesisir pulau Jawa, penyu – penyu dari laut selatan mendarat di bibir pantai. Siklus cuaca ini menjadi salah satu faktor penyu untuk melakukan persalinan.
Persalinan Penyu di pantai Ngagelan menjadi daya tarik wisata bahari. Setiap malam, ada sekitar 30 penyu yang melakukan persalinan. Meski bertelur pada malam hari, namun penyu tersebut tidak akan mendarat bila di pantai tersebut dikunjungi orang.
Itulah sebabnya, bagi wisatawan yang hendak mengambil gambar, maka harus menunggu hingga pukul 23.00, waktu inilah yang tepat karena air laut mulai sampai di bibir pantai, dan penyu sudah bersiap pasir. Setelah melakukan persalinan di pasir, penyu tersebut kembali ke laut. Selanjutnya, petugas Taman Nasional Alas Purwo mengambil telur tersebut untuk ditetaskan secara semi alami.
Di pusat penangkaran penyu (masih dalam komplek pantai Ngagelan) terdapat bak-bak penetasan Setelah telur menetas, bayi penyu diberikan perawatan sampai berumur 5 bulan. Pasir di pantai Ngagelan sangat kondusif bagi proses bersalin empat jenis penyu antara lain jenis penyu abu-abu (lupidochelys olivaceae), penyu hijau (chelonian mydas), penyu sisik (eretmochelys imbricate) serta penyu belimbing (darmochelys coreacea). Jenis –jenis tersebut adalah empat penyu dari tujuh jenis penyu yang ada didunia.

CANDI PARI DAN CANDI SUMUR

Candi Sumur

Candi Pari
Candi Pari merupakan Candi yang terbuat dari bata merah, terletak di dusun Candi Pari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berdiri diatas tanah seluas 1.310 m 2 yang dikelilingi oleh pemukiman penduduk, Candi ini dibangun pada tahun 1293 saka atau 1371 Masehi pada Zaman kerajaan  Majapahit yang diperintah oleh Prabu Hayam Wuruk 1350-1389 Masehi.
Bersebelahan dari Candi Pari, terdapat Candi Sumur yang berjarak sekitar 100 m, didirikan pada masa yang sama, dengan bentuk bangunan lebih kecil dan sebagian bangunannya telah rusak, Candi Sumur juga terbuat dari batu bata merah yang pada umumnya sering dijumpai pada candi-candi lain yang ada di Jawa Timur.
Konon Candi Pari dan Candi Sumur dibangun untuk mengenang peristiwa hilangnya pasangan suami isti yakni, Jaka Pandelengan dan Nyai Loro Walang Angin karena tidak mau tinggal bersama Raja yang sampai sekarang kedua Candi ini ditetapkan sebagai cagai budaya oleh pemerintah.
Semin juru kunci candi, mengatakan pengunjung yang datang ketempat ini dari sekolah dasar menengah dan pelajar pramuka untuk mengenal keberadaan nenek moyangnya terutama tentang budaya Jawa yang hingga kini hampir terlupakan oleh generasi sekarang, ujarnya.
Sedangkan pada hari-hari tertentu tempat ini banyak dikunjungi oleh peziarah dari Mojokerto, Sidoarjo dan Surabaya untuk mengadakan ritual memohon berkah kepada sang pencipta yang Maha Agung agar kehidupannya selalu dalam lingdungannya.

SENSASI AIR TERJUN COBAN DAN COBAIN RAIS

Air Terjun Coban
Satu lagi obyek wisata yang menjadi andalan Kota Wisata Batu. Sensasi air terjun Coban Talun dan Coban Rais yang tak hanya indah dilihat dari kejauhan. Wisata alam yang terletak di dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, ini juga lebih eksotis jika dilihat beberapa jengkal dari lokasi jatuhnya air dengan ketinggian sekitar 75 meter itu. Gemuruh suara benturan air dengan batu-batu cadas dibawahnya menambah sensasi semburan air terjun yang terasa seakan mengguyur sekujur tubuh. Berada di lokasi yang agak berjauhan dengan lokasi jatuhnya air pun akan tetap bisa merasakan sensasi ini. Bedanya, suara gemuruh itu hanya terdengar agak lirih.



Sumber  :  http://disbudpar.jatimprov.go.id
                   http://id.wikipedia.org


Gunung Bromo sudah sangat terkenal sebagai objek wisata yang tersohor di Indonesia kshusnya jawa timur. Gunung Bromo merupakan gunung berapi aktif yang berada di ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Menurut sejarah, gunung ini telah beberapa kali meletus, Selama abad XX, gunung yang terkenal sebagai tempat wisata itu meletus sebanyak tiga kali, dengan interval waktu yang teratur, yaitu 30 tahun. Letusan terbesar terjadi 1974, sedangkan letusan terakhir terjadi pada 2011.

Gunung Bromo berasal dari bahasa sanskerta Brahma, merupakan seorang dewa utama Hindu. Yang membuat menarik objek wisata ini adalah status gunung bromo yang merupakan gunung berapi yang masih aktif di Indonesia. Bila kita pertama kali kita mengunjungi objek wisata gunung bromo kita akan merasakan dingin karena memang suhu disini mencapai 10 hingga o derajat celsius.

Selain itu, bila berada di gunung bromo kita akan disuguhkan pemandangan matahri terbit yang sangat indah sekali dan juga padang pasir yang luas. Selesai menyaksikan matahari terbit, Anda dapat kembali menuruni Gunung Pananjakan dan menuju Gunung Bromo. Sinar matahari dapat membuat Anda melihat pemandangan sekitar. Ternyata Anda melewati lautan pasir yang luasnya mencapai 10 km². Daerah yang gersang yang dipenuhi pasir dan hanya ditumbuhi sedikit rumput-rumputan yang mengering. Tiupan angin, membuat pasir berterbangan dan dapat menyulitkan Anda bernafas.


Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Anda tidak dapat menggunakan kendaraan. Sebaliknya, Anda harus menyewa kuda dengan harga Rp 70.000,- atau bila Anda merasa kuat, Anda dapat memilih berjalan kaki. Tapi, patut diperhatikan bahwa berjalan kaki bukanlah hal yang mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang berterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat.

Sekarang, Anda harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Sesampainya di puncak Bromo yang tingginya 2.392 m dari permukaan laut, Anda dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap. Anda juga dapat melayangkan pandangan Anda kebawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya. Benar-benar pemandangan yang sangat langka dan luar biasa yang dapat kita nikmati.


Rute Menuju Gunung Bromo :


Dari wilayah seluruh indonesia menuju Gunung Bromo bisa ditempuh dengan tiga cara. Melalui udara langsung beli tiket pesawat jurusan Surabaya. Hampir semua maskapai penerbangan nasional membuka jalur menuju Surabaya.






Sampai di Bandara Juanda ada pilihan bus Damri yang mengantar kita ke terminal bus Bungurasih Surabaya. PIlih bus jurusan Jember atau Banyuwangi. Kepada kondektur bus, katakan bahwa Anda ingin turun di Probolinggo.


Sampai Terminal Probolinggo, Anda bisa naik angkutan desa ke jurusan Kecamatan Ngadisari, biayanya sekitar 25 ribu rupiah. Tetapi jangan kaget. Angkutan desa ini menunggu penumpang hingga penuh, barulah kemudian ia mau berangkat. Jadi agak lama menunggu mobil jenis colt lama itu untuk berangkat.


Melalui jalur kereta api, banyak pilihan untuk Anda, mulai dari kelas eksekutif sampai ekonomi. Anda bisa naik kereta api eksekutif Agro Angrek atau kereta api ekonomi non-AC Gaya Baru sampai Surabaya.


Dari Stasiun Kereta Api Gubeng, Surabaya, Anda bisa naik Kereta Api Mutiara Timur jurusan Surabaya-Banyuwangi yang berangkat pukul 09.00 WIB setiap harinya. Anda beli tiket sampai Stasiun Probolinggo saja. Dari Stasiun Probolinggo bisa naik angkutan kota ke Terminal Bus Probolinggo untuk ganti angkutan desa ke Kecamatan Ngadisari, kota terakhir sebelum ke Gunung Bromo.


Apabila ingin naik bus eksekutif langsung ke Probolinggo, ada pilihan beberapa bus eksekutif di Terminal Bus Lebakbulus Jakarta jurusan Jember atau Banyuwangi. Anda cukup beli tiket jurusan Jakarta-Probolinggo saja.


Di Kecamatan Ngadisari banyak pilihan tempat menginap. Bisa di hotel atau rumah-rumah penduduk yang sekamar hanya 100 hingga 200 ribu rupiah saja. Urusan perut tak perlu khawatir. Ada banyak warung-warung makan yang menjual minuman dan makanan panas untuk mengurangi dinginnya udara Gunung Bromo.


Untuk melihat matahari terbit ke Gunung Bromo lokasinya berada di Penanjakan. Anda perlu menyewa mobil jip hardtop untuk mengantar Anda menyeberangi lautan pasir. Harga sewa sekitar 300 hingga 400 ribu rupiah per mobil.


Untuk sewa mobil ini Anda bisa patungan dengan beberapa wisatawan. Satu mobil cukup untuk tujuh orang. Anda harus sudah memesan mobil jip ini pada malam hari. Pemilik hotel jam 03.00 WIB akan membangunkan Anda untuk berangkat melihat matahari terbit. Supir jip disini sangat mahir menyetir mobilnya di lautan pasir yang gelap.


Jangan lupa membawa jaket, syal, sarung tangan, dan topi penutup telinga. Karena selain dinginnya udara, juga angin kencang membuat Anda kedinginan. Sangat beruntung apabila Anda datang tidak dalam keadaan cuaca mendung sehingga leluasa melihat matahari terbit.


Sekitar pukul 04.45 WIB matahari akan terbit perlahan-lahan. Sekitar 30 menit Anda akan takjub melihat keindahan matahari terbit sampai akhirnya matahari terang berendang dan puncak Gunung Bromo terlihat bersebelahan dengan Gunung Batok.


Jangan kaget banyak pengunjung yang bertepuk tangan saat matahari muncul perlahan-lahan tersebut karena keindahannya memiliki sensasi tersendiri. Kita akan merasa berada di atas awan melihat kabut di bawah menari-nari diatas Gunung Bromo. Puncak Gunung Semeru juga kelihatan dari kejauhan membelakangi Gunung Bromo.


Setelah puas foto-foto bersama di Penanjakan, Anda bisa langsung ke kawah Gunung Bromo. Mobil jip sewaan akan mengantar Anda sampai pemberhentian terakhir di dekat pura di kaki Gunung Bromo.

Untuk naik ke puncak kawah Gunung Bromo Anda bisa naik tangga sampai puncaknya. Apabila tidak mau capai, Anad bisa sewa kuda dengan ongkos 100 ribu rupiah. Anda akan naik kuda dengan dituntun pemilik kuda sehingga Anda bisa aman di atas pelana kuda tanpa khawatir kudanya lari.

Dari puncak Gunung Bromo Anda akan melihat langsung kawah yang sedikit berbau belerang. Pemandangan di bawah berupa keindahan lautan pasir dan Pura Hindu tampak anggun di kejauhan kaki gunung.

Kuda-kuda yang parkir menunggu pengunjung menyewa juga menambah keindahan pemandangan. Di sisi sebelah Gunung Bromo juga bisa dilihat Gunung Batok yang terlihat seperti bentuk kue berlapis raksasa karena bentuk gunungnya seperti berlapis-lapis.

Sempu adalah nama sebuah pulau yang terletak di malang bagian selatan tepatnya berada di selatan Kecamatan Sumbermanjing Wetan, kurang lebih 30 km dari kota malang.

Pulau Sempu tidak berpenduduk dan hanya terdiri dari hutan berbukit yang sebagian besar adalah hutan mangrove. Saat ini, Pulau Sempu merupakan kawasan cagar alam yang dilindungi oleh pemerintah.

Di Pulau Sempu terdapat lebih dari 80 jenis burung yang dilindungi dan juga masih terdapat hewan-hewan lainnya seperti; babi hutan, kancil, juga lutung jawa dan jika beruntung bisa menemui jejak–jejak macan tutul di pulau ini.

Objek wisata alam Pulau Sempu memang tidak sebeken obyek lainnya di Jawa Timur seperti Gunung Bromo. Akan tetapi, keistimewaannya sangat unik dan jelas berbeda dari objek-objek wisata lainnya di sana. Keunikan berwisata di pulau Sempu ini adalah jika air sedang surut kita bisa menyebrang dari Pualu Jawa menuju Pulau Sempu. Pengunjung umumnya menyeberang pergi dan pulang pada pagi dan sore hari, karena penyebrangan hanya bisa dilakukan pada waktu-waktu tersebut dan bahkan tidak boleh lebih dari pukul 16.00 sore.

Di Pulau Sempu terdapat telaga yang disebut Segara Anakan. Dimana air yang terdapat di telaga ini berasal dari air deburan ombak yang menghantam karang. Sebagian air itu mengalir masuk ke Segara Anakan melalui karang yang berlubang besar di tengahnya. Meskipun memiliki kedalamannya sekitar 5 meter, Telaga Sagara Anakan aman untuk kegiatan snorkling ataupun hanya sekedar berenang karena sudah terbebas dari ombak laut lepas samudra hindia. Snorkling di Segara Anakan memberikan nuansa tersendiri karena terumbu karangnya masih alami dan belum tersentuh tangan-tangan jahil manusia. Di Pulau Sempu anda akan mendarat di bagian utara pulau sedangkan Segara Anakan berada di sebelah selatan dari pulau. Terdapat jalan setapak berikut petunjuk jalannya, anda akan berjalan melewati hutan menaiki perbukitan selama 3 sampai 4 jam (disarankan anda memilih jalan yang bersih dan selalu berbelok ke kiri setiap ada persimpangan). Setelah sampai Segara Anakan sebaiknya anda langsung mencari kayu bakar sebagai api unggun sebelum gelap dan membuat tenda sebagai peneduh.

Disamping itu, anda juga bisa memanjat karang yang mengitari Segara Anakan untuk melihat pemandangan, dari atas karang anda bisa melihat deburan ombak laut lepas yang mengikis terbing-tebing raksasa, sangat indah memang.

Selain Segara Anakan, di Pulau Sempu masih terdapat sebuah telaga lagi yang di namai Telaga Lele karena didalamnya banyak dihuni ikan jenis ini dan dilindungi. Selain itu, pengunjung juga bisa bersantai dengan bermain voli pantai di pinggir pantai pulau ini. Bagi yang suka berpetualang dengan suasana alam yang asli, jauh dari kebisingan kehidupan modern, Pulau Sempu bisa memberikan solusi, hanya memang jangan mengharapkan ada hotel berbintang, selain tempat tidur yang dibawa sendiri.

Jika anda ingin bermalam di pulau Sempu, anda bisa menginap di penginapan–penginapan milik masyarakat di sepanjang jalan menuju Pantai Sendangbiru. Atau bisa juga dengan membuka tenda di Pulau ini, namun anda harus meminta izin terlebih dahulu di pos penjagaan di Sendangbiru yang terletak tepat di seberang Pulau Sempu. Hal ini dilakukan demi menjaga kelestarian habitat dan lingkungan sekitar objek wisata Cagar Alam Pulau Sempu. [ref:pariwisata.net, explore-indo.com, ma6ma.wordpress.com, apvalentine.students.uii.ac.id]
.